Showing posts with label Poetry. Show all posts
Showing posts with label Poetry. Show all posts

Nov 4, 2016

Membawa Tuhan Dalam Sampul

Puisi ini saya tulis di tahun 2011.
Dan sayangnya, masih berlaku disaat ini.

Membawa Tuhan dalam Sampul

Ketika pemberontakkan semakin kehilangan muaranya
Ketika berita dan wacana lebih banyak memekakan telinga daripada menyercahkan harap
Saya memilih untuk membaca puisi-puisi tua, bermimpi masih ada negeri dongeng dengan kerubim dan tetua bijaksana di alamnya...

Ketika Tuhan dibawa-bawa
Untuk menjadi sampul pembenaran sebuah tindak anarki
Saya memilih untuk mendengarkan Dia lewat desir angin, melihat Dia di mata anak kecil saat mengagumi kupu-kupu, dan mengartikan gerimis sebagai airmataNya

Dia bilang, saya harus berdoa bagi yang mengkhianati saya
Dia bilang, saya harus sodorkan pipi yang lain saat ditampar
Dia bilang untuk tetap percaya dan jangan takut walau saya sedang melewati lembah kekelaman Dia yang Esa. Yang Maha.

Kalau Dia kuasa berkata seperti itu
Apakah mungkin Dia perlu lagi dibela?

February 2011

Jul 6, 2016

Invictus

Will forever be my favorite Poem:
 
INVICTUS
 
Out of the night that covers me,
Black as the pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.

In the fell clutch of circumstance 
I have not winced nor cried aloud.
Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed.

Beyond this place of wrath and tears
Looms but the Horror of the shade,
And yet the menace of the years
Finds and shall find me unafraid.

It matters not how strait the gate,
How charged with punishments the scroll,
I am the master of my fate, I am the captain of my soul. 
 
 
 
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...