Showing posts with label Jesus. Show all posts
Showing posts with label Jesus. Show all posts

Jan 19, 2026

Our Baptism Story


April 2025.

At the time, Yovan didn’t feel the need to be baptised again, though he understood why others did and promised to support me. A week before the baptism, he gently said, “I believe I need to be baptised too.”
Here's the thing: many congregants hold different views on baptism. While this post isn't a campaign to any particular values, we hesitated to share our story. I shared my experiences, but those involving Yovan were to remain private for the right moment.


Yovan had a good reason; he wanted to show his growth before sharing his baptism story. I, however, felt differently—I wanted to express how much I loved Him and how He saved me. Both agreed not to offend anyone or create unnecessary drama.

But why are we more concerned about offending the world than pleasing God?

There was much to endure after the baptism. Yovan and I have been in a long-distance marriage for nearly six months. He devoted himself to his mother, who was entering palliative care. From afar, I watched him care for her—preparing meals, administering medications, cleaning her colostomy bag, and being by her side as cancer took her memories, up to her last breath.
There were nights he called me at 2 AM to cry and worship, the sounds of his mother’s pain in the background.

Then, a few weeks after his mum passed away, Yovan said, “Without the baptism, we would not be able to stand the test."

So, that was my cue. I'm sharing this with immense gratitude.

(Galatians 3:27) For all of you who were baptised in Christ have clothed yourself in Christ."

Nov 1, 2024

**Disclaimer:** These are pictures from last week. I am recovering well.

In recent months, I have gone through symptoms of exhaustion and stress that caused me Gastroesophageal reflux and persistent nerve problems. While I spare you the details, I want to share how a visit from my friend, a servant of God, unshackled my perspective.

I became consumed by my current struggles and the themes of my first published book, which felt suffocating amidst the facts, real characters, and its relevance today. This fixation affected me deeply, especially as I received messages from people sharing similar hardships. I was overwhelmed by tragedy and negative news.

During her visit, while I was hospitalized, my friend Tracy, a servant of God,  said something that struck me: "We often talk about our ten percent tithe, but what about dedicating ten percent of our time to God through prayer, reading, watching uplifting movies, and spending time with supportive friends?" 

I realized I had been investing my energy and time in worldly pursuits. 

While some of these activities seemed beneficial, I questioned how reading a single Bible passage on my way out the door would impact my growth. What kind of growth could I expect, and how could I find the strength and fuel to keep going and fulfill my purpose?

So here I am. As I improve my physical health, I am also starting to make changes with my "tithe" of time dedicated to God. I trust that He has ordered my steps.

PS: Thank you, Tracy, for your time and words. My husband for standing by my side through my ups and downs. Also to my bestfriend, Yosefine, thank you for being there ALL THE WAY. 


Mar 29, 2013

Worthy is The Lamb

I never get to sing this song without bursting my eyes out. If I talk about my love for Him, I could never be always right, as I fail Him in so many ways.
But my dear brothers and sisters in Christ, I would never boast His love for me enough...

Thank You for the cross, Lord. Thank You for the price You paid.

Happy Good Friday, everyone.





Feb 13, 2012

Awesome Monday: Jesus with children

So today's awesome Monday is a little different. I have my reasons I tend to treasure for my self. But I must tell you that seeing this image reminds me of a picture hanging in my bedroom wall when I was a kid. Seeing this make me realize that all I ever wanted is to still be His child and cling into His hands at all times. I know His awesome love will let me do so. Have a great Monday sweethearts!


Sep 21, 2010

WWJS (What Would Jesus Say?)

Semakin jauh saya berada, semakin sering saya bicara dengan Joseph Kiyoshi (Achi), kemenakan saya yang usianya belum sampai 3,5 tahun. Macam-macam isi pembicaraan kami. Dari mulai kegiatan dia sehari-hari (yang jelas jauh lebih menarik dari kegiatan saya), isi makan siangnya (kalau ini saya yakin saya tak mau bertukar menu), permainan atau buku yang baru dia baca. Sampai soal cinta Tuhan Yesus yang luar biasa.

Suatu hari kami berbicara tentang mengatasi rasa takut. Katanya, dia takut sekali kalau melihat Miki Tikus yang besar dan hidup (catat: karakter ini hidup dalam otaknya yang cerdas dan murni, dan sering saya dukung lewat khayalan saya yang sedikit ngaco).

Lalu saya mulai berceloteh soal betapa kita tidak boleh kalah oleh rasa takut. Kita punya kekuatan. Saya bilang "Miki tikus itu bukan manusia."

Mungkin karena teori saya tentang mengatasi rasa takut terlalu bertele-tele, si kecil ini akhirnya tak sabar dan memotong pembicaraan saya dengan bertanya 
 "Kalau kata Tuhan Yesus apa Wak?".

Saya bungkam. Lalu ia melanjutkan " Tuhan Yesus bilang Achi tidak boyeh takut ya? Kan ada Tuhan Yesus wak."
Yang lalu saya balas perlahan "Iya, kata Tuhan Yesus begitu."

Terus terang, ada sedikit sisipan rasa malu saat saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut kecilnya. Di usia yang sudah memasuki kepala 3, saya bahkan sering lupa bahwa segala ketakutan alangkah tak berartinya jika saya serahkan kepada Yesus yang bukan hanya sudah mati untuk saya, Kiyoshi dan kita semua, tetapi juga yang sudah mencintai saya tanpa syarat.

Lebih jauh lagi, saya kagum karena di kepala manusia kecil ini, dia sudah tau bahwa inti atau jawaban final dari semua pertanyaan sebenarnya hanya Yesus saja. Terserah dunia mau bilang teori apa..."Anak Pintar"... "Anak pemberani"... "Kita bisa kalahkan tikus raksasa".. "Minum susu dan sayur supaya jadi kuat dan berani" dan lain-lain.

1 y/o Kiyoshi- reading his first Bible
Kiyoshi tidak peduli. Dia hanya mau tau satu hal : "Kata Tuhan Yesus apa?"

Sementara, kita (saya) sibuk membandingkan teori dari cendikiawan A, pendapat dari motivator B, pengalaman hidup pengusaha C, ilmu dari psikolog D, self help book E dan lainnya.
Kita (saya) sibuk menghipotesakan sejauh mana teori A bisa diaplikasikan oleh pribadi berkarakter tertentu dan bagaimana efeknya jika dilakukan pada kondisi tertentu. Aaaaarrrghh!
Hasilnya? Tak jarang back to square one.

Kenapa kita (saya), dengan segala kemudahan akses, fasilitas dan ke'nyaris' sempurnaan yang kita miliki tidak bisa punya cara berpikir yang cerdik dan ringkas seperti Kiyoshi?. Yang tidak mau diribeti oleh berbagai hal lain selain inti dari jawaban atas semua pertanyaan di dunia ini?
Kenapa kita (saya), seiring berjalannya waktu dan pengalaman, justru lebih banyak terpengaruh dibandingkan berusaha jadi pengaruh? Lebih banyak terubahkan oleh dunia dibanding menjadi perubahan yang dibutuhkan oleh dunia?

Saya sering meng klaim bahwa saya kurang menyukai dunia dewasa. Di dunia dewasa, Miki Tikus tidak bisa bicara selain di layar televisi dan panggung musikal. Di dunia saya, anjing peliharaan, chipmunk dan hamster tidak bisa diajak bercerita dan Gufi (yes that Disney Goofy) tidak akan pernah bertandang ke rumah.
Di dunia dewasa... saya terlalu terbatasi untuk berkhayal, tetapi terlalu dipusingkan oleh banyaknya pilihan untuk menjawab pertanyaan dalam hidup.

Sementara di dunia Kiyoshi, selain indah dengan berbagai sahabat-sahabat ajaibnya, Kiyoshi tidak pusing harus mencari jawaban pada siapa. Dia belum kenal world-class motivator manapun, belum tau teori Law of Attraction, dia belum pernah membaca self-help book apapun.

Intinya, yang Kiyoshi tau benar kepastiannya hanya satu; Tuhan Yesus

Kita sama-sama menyadari, bahwa dengan bertambahnya usia, seiring dengan pudarnya bayangan indah mengenai dunia hewan bisa bicara, Kiyoshi dan jiwa-jiwa polos lain perlahan akan merasa mempunyai banyak pilihan lain untuknya mencari kepastian tentang berbagai hal dalam hidup. Suatu hari, ia akan bertumbuh dewasa juga.

Tetapi paling tidak, saya punya catatan kecil ini. Sekedar menjadi pengingat saya, atau jika suatu saat Kiyoshi yang dewasa membutuhkannya.

Karena pada saat itu, mungkin kita (saya) justru cenderung takut untuk bertanya "Kata Tuhan Yesus apa?"

Kita (saya) terlalu penakut untuk tahu jawabanNYA yang mungkin tak selamanya mudah bisa kita mengerti.


September 2010


Christmas 2010- Kiyoshi with a gift from Santa.
But he then thanked Jesus for telling Santa
to send him the gift :)



Mar 26, 2007

Adalah Tentang

He loves me this much
Adalah tentang pengkhianatan terbesar sepanjang masa, 
yang berakhir pada pengampunan terindah
Tentang cawan yang terlalu pahit, tentang mahkota duri dan cambuk bermata tajam.

Tentang kecupan seorang murid kepada guru besarnya yang bisu terdiam
Tentang cinta tanpa syarat…. Cinta tanpa batas

Paskah adalah tentang terkoyaknya tirai bait suci
Pada sebuah sisi langit yang menggelap
Tentang ratapan pada setonggak kayu kasar yang menjulang diatas bukit kematian
Tentang batu yang terguling, tentang kubur kosong
Tentang kasih
Tentang pengharapan

Paskah adalah tentang aku dan kamu
Tentang penebusan yang seakan tak layak kita terima

Tentang sebaris kalimat dari bibir kering yang gemetar
“Semua sudah selesai...”
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...