Jul 22, 2026

Sepatu Bapak: Sebuah refleksi atas tindakan persekusi terhadap kaum transpuan

Jika teman-teman punya 3 menit untuk diluangkan, sekiranya sempat melihat video saya dengan mengikuti tautan ini. 

Click to watch reels

𝗦𝗲𝗽𝗮𝘁𝘂 𝗕𝗮𝗽𝗮𝗸

Kemarin Bapak janji mau menemani beli sepatu
Karena sebentar lagi
Mau tahun ajaran baru

Sepatuku sudah bunyi-bunyi
Karena alasnya telah lebar menganga
Plak.. pluk… plak… pluk
Begitu kata si sepatu tanpa merek itu

Pokoknya harus jadi beli
Begitu ujarku
 
Sudah pukul tiga petang
Bapak belum juga terlihat bersiap pergi
Padahal aku sudah mandi

Besok saja
Kata Bapak, membuat bibirku manyun tiga senti
Bapak malu ke toko sepatu

Alasannya
Sambil menyeka dahi dengan handuk basah
Ada luka disana
Di dahinya yang lebar seperti dahiku

Tapi besok kan tokonya tutup Pak
Dan lusa aku sudah masuk sekolah
Aku mulai merengek
Masak iya aku pinjam sepatu Bapak?

Bapak tertawa
Tahu jelas maksudku sepatu yang mana
Sepatu warna merah menyala yang hak nya tinggi sekali

Mana nyaman dipakai sekolah
Walau ukuran kaki kita sama
Bapak bergurau
Saking besarnya kakiku

Aku ikut tergelak
Urung merajuk
Luluh sudah marahku melihat dahi bonyok Bapak
Yang nampak menyatu dengan sisa riasannya tadi malam

Lagipula, tinggal yang kiri sepatuku itu
Kata Bapak sambil mengelus kepangku
Aku diam saja

Kasihan sama Bapak sepatunya tinggal sebelah
Tapi senang karena alasan sepatunya yang sebelah hilang
Adalah karena dilempar Bapak
Membalas gerombolan lelaki sialan
Yang menimpuk bapak dan teman-temannya dengan batu
Saat semalam cari uang di jalan

Sepatu yang kanan ya pak yang hilang?
Aku memastikan
Iya, jawab Bapak tenang

Semoga kena orangnya ya Pak
dan semoga lukanya lebih parah dari luka di dahi Bapak
Doaku
Cukup dalam hati

Karena aku tahu, Bapak tak akan mengaminkan
💔👠🤍

Oleh Tressabel Hutasoit
(Ditulis pada tahun 2022 dan sayangnya masih relevan saat ini)

@tressabelhutasoit
@sukkhacitta
@awesomelasem

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...