Sep 4, 2026

Be Still and Know

 

Photo from our first staycation in Bali where we get to bring Marilyn and Nugget!

“Sudah ya, kau kurang-kurangilah keras kepalamu,” terdengar dari setidaknya lima orang keluarga dan kerabat dekat. Ditujukan kepada saya, di hari pernikahan saya dan Yovan.

Saat orang keenam berbicara hal serupa, raut wajah Yovan mulai tegang. What did I get myself into? Mungkin itu pikirnya. Tetapi petugas catatan sipil sudah rapi melipat berkasnya. 


Saya tidak tersinggung. Apalagi yang bicara itu memang orang-orang yang sudah terbukti mengasihi saya. Juga, karena yang mereka katakan benar adanya. 

Namun, ada satu komentar yang tidak disampaikan langsung, “She got married? Wow. Salut to the man; she’s difficult.” Saya tidak marah, walau dalam hati mengumpat kepada si komentator “Maybe because you are easy?” 


Nah, soal keras tadi. Karena sadar akan kebenaran pesan dari keluarga, saya berusaha menjadi lebih baik. How’s it going so far? Hanya Yovan yang tahu. Juga anjing-anjing kami yang sudah paham betul peranan Good Cop-Bad Cop di rumah. You know who’s who. Rasanya sih, kalau mau pamer sedikit, saya sudah tidak sekeras dulu. 


Lucunya, di masa ini, pernikahan kami justru sedang menuntut saya untuk sedikit menerapkan sifat keras kepala itu tadi. Tapi, beda penerapannya. 


Keras kepala sekarang berarti lebih yakin akan penyertaan Tuhan di masa yang luar biasa penuh tekanan (Isaiah 43:2)

Keras kepala yang artinya patuh, terutama soal memaafkan saat kami secara sengaja dilukai (Colossians 3:13) .Keras kepala yang tunduk pada kedisiplinan untuk tetap membaca firman dan melakukannya (James 1:22, Luke 22:28) saat suara dunia justru terdengar lebih menjanjikan dan orang-orang berlabel “orang gereja” semakin terlihat kekejiannya. Don’t even get me started with that series on Netflix.

Terutama, keras kepala yang tidak suam-suam kuku dalam mengakui Tuhan Yesus dalam setiap keputusan dan perbuatan.  


Dan ternyata, teman… ini jauh lebih sulit daripada melembutkan hati. Atau mungkin, urutannya harus demikian? One has to have a teachable heart to be transformed, yes (Psalm 119:34)

Luar biasa rasanya melawan segala kedagingan, mencoba menjadi teladan, dan tetap percaya bahwa rancangan-Nya bukanlah rancangan kejahatan (Jeremiah 29:11)


If so, I am not turning back even when my walks are sometimes wobbly. We are not yielding to temptation because we made a promise that day: Jesus is the center of our life (Proverbs 3:6)


And when the reality isn’t too bleak someday soon, we can talk about the series I mentioned earlier. Just not today.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...