Showing posts with label Orangutan. Show all posts
Showing posts with label Orangutan. Show all posts

Jan 10, 2018

Borneo Orangutan Survival Foundation

By far the best birthday present ever.

Thank you everyone for your contribution. We have managed to donate IDR 13,310,185 for the work of Borneo Orangutan Survival Foundation to rescue-rehabilitate-and release the Orangutans that are victims of poaching and palm oil plantation and to keep the Orangutans' habitat from extinction.

I promise you this will not be the last.

Now please pray for my left knee because I really want to run more Marathons just to sound this again and again!

God bless you!

ps: My SG Marathon timing was the worst ever because I was fighting a fever. Vomiting every 10K, I was so close to giving up.
God made me able to finish. He walked (Yes I walked from KM 25 to KM 40) by my side and remind me of why I am doing this.
 




Nov 15, 2017

My 42.195K For the Orangutans

Dear beautiful people, I will run my next Full Marathon this coming 3rd December at the @sgmarathon and raise fund for the work of Bosfoundation for the Orangutans ❤️

I understand fully that the work of educating people, and to rescue-rehabilitate-release the Orangutans that are the "Gardeners of the Forest" is a long and tough journey, so I want to dedicate my time, my struggle in Marathon for them while raising fund


Please get to know these beautiful people at Borneo Orangutan Survival Foundation and contribute to the welfare of our close relative, the Orangutans, and their habitat.

How: 

1. Click HERE and 
2. Press “Donate Now”/ “Donasi Sekarang”
3. Fill in your contact details
4. Enter the amount you wish to donateand select the form of payment
5. All the money goes directly to Borneo Orangutan Survival Foundation account.

Thank you for your kind support, and for showing such passion for the animals and the environment.

God bless your heart, and wish me luck!



Jun 2, 2017

Menyoal Hakikat Perempuan Sejati

Ini Siswi. Primadona nya Camp Leakey yang berlokasi di Tanjung Puting- Kalimantan Tengah.
Tanjung Puting (dan tiga camp didalamnya; Camp Leakey, Pondok Tanggui, Tanjung Harapan) adalah taman nasional dimana di dalam tiga camp tersebut, Orangutan yang sempat menjadi korban poaching pembakaran hutan direhabilitasi ulang oleh para rangers sebelum bisa dilepas kembali ke alam bebas. Tapi tulisan ini bukan hendak membahas mengenai tamaknya deforestrasi industri kelapa sawit. 

Itu nanti saja.

Tulisan ini, tentang perempuan.

Kenapa Siswi disebut primadona? Well, sebenarnya itu julukan si paruh baya ini dulu. Sebagai seorang perempuan, Siswi tergolong cantik dan menggairahkan. Buat para Orangutan tentu. 
Sifatnya yang percaya diri dan pesonanya yang memikat lewat bulu merah dan mata besarnya yang seperti telaga menjadikan Siswi seorang alpha-female. 
Dan Siswi dulu berhasil membuat King Tom (alpha male di Camp leakey bertekuk lutut)

Suatu hari, Siswi mengalami musibah keguguran. Sejak itu diketahui bahwa Siswi memiliki tumor didekat rahimnya yang bisa berakibat fatal jika tidak segera dioperasi. Tim dokter ahli akhirnya didatangkan oleh Prof. Birute dan tim’nya. Menyelamatkan nyawa perempuan dahsyat ini, walau artinya mereka harus mengangkat rahim Siswi.

Setelah pulih, Siswi si primadona kembali ke hutan. 
Sayangnya, tanpa Siswi sangka, para Orangutan jantan tidak lagi melihat Siswi menggairahkan. 
Baunya beda, phreromone yang dulu memikat, sekarang sudah tidak tercium lagi. Siswi dianggap tak akan mampu menghasilkan keturunan lagi. Jadi buat apa didekati?
Harap dicatat; untuk bisa mendapatkan pengakuan sebagai “Pejantan sejati”, Orangutan jantan harus berhasil punya anak. Jadi naluri kebinatangan mereka bereaksi secara alamiah didalam hal ini. Nothing personal. It’s nature.
Ada manusia yang merasa? Silakan berhenti membaca tulisan saya.
Oh, dan terakhir saya kesana tahun lalu, Tom sedang dekat dengan Arya. Seorang Orangutan betina muda yang belum berusia 20 tahun dan masih subur pastinya.
Tersinggung? Kan saya sudah bilang, berhenti membaca tulisan ini….


Akhirnya, Siswi jadi lebih sering berteman dengan para rangers di hutan. 
Makanya, mudah sekali bertemu dengan Siswi kalau kita berkunjung ke Camp Leakey. Karena dia sering duduk di dermaga penyebrangan sungai sekonyer kedalam Camp. 

Siswi agak nyentrik, bahkan sering dibilang biang kerok. Karena selalu mengikuti cara hidup para rangers disana. Kadang Siswai suka ikut mandi, minta mencobai teh yang sedang dinimati rangers, atau sok ikut membantu memperbaiki jembatan. Kalau nyentrik'nya keluar, Siswi tak segan mengganggu tamu dengan ulahnya. 
Yang terjadi didepan mata saya saat itu; Siswi harus dirayu pakai payung supaya mau bergeser dari dermaga. Supaya saya dan teman-teman lain bisa lewat dan naik ke perahu kelotok.


Lucu? Mungkin.
Tapi, sebagai seorang skeptic sejati… saya justru merasa sedih. 

Siswi merasa ditolak, jadilah ia pencari perhatian kelas berat. 
Siswi merasa tidak cantik lagi, jadilah dia galak sama perempuan lain. 
Terutama sama siapa tebak? Yes, Arya!

Saat ini, mungkin kalian berpikir saya seperti sedang membahas mengenai teman-teman manusia. Bukan, ini purely Orangutan. Yang punya kesamaan genetic 97% dengan kita.
Makes so much more sense now?

Yang bisa saya syukuri, Siswi tetap sehat. Dia akan selalu aman dan bahagia disana. Animal Instinct yang membuat para orangutan jantan tidak mau sama Siswi lagi adalah proses alam yang tak bisa diubah.

Tapi, bagaimana dengan nasib saudara-saudara perempuan Siswi yang lain (yang punya kesamaan genetic sebanyak 97%)?
Alias manusia.
Bagaimana jika seorang perempuan (manusia) hanya dianggap sempurna jika ia berhasil menghadirkan manusia-manusia kecil kedunia ini lewat rahimnya? 
Padahal ia tidak bisa.
Bagaimana jika 3% dari ketidaksamaan itu membuat si perempuan punya logika yang justru berbeda
“Saya tidak mau punya anak.” Karena (mau adopsi/tidak mau saja/takut melahirkan/dunia sudah edan/my body my rule)

Apakah pilihan-pilihan itu akan menjadikan posisi perempuan (yang manusia) jadi sama seperti Siswi? Dianggap tak berguna. Dihakimi karena tak memenuhi kodrat. Disingkirkan alam?
Sehingga harus sering main-main sendirian di dermaga.
Atau justru lebih buruk?

Dihina di lingkungan, diceraikan, dianggap aneh. Terutama oleh perempuan lain yang sibuk adu argumentasi mengenai  ASI versus susu formula. Yang mana Ibu sejati. Kata mereka.

Akhirnya para perempuan yang hidupnya mirip seperti Siswi ini cuma bisa diam.
Entah mau mengutuki rahim dan kelamin atau justru mempertanyakan kehendak Tuhannya.

Kembali ke Siswi. Yang buat saya adalah tetap perempuan sejati.
Apakah Siswi punya pilihan lain? Selain ya sesekali judesin Arya.
Apa Siswi bia mennulis blog atau bikin campaign soal #rewritetherules atau soal #feminisme?
Tidak. 
Tapi paling tidak… dibatas pemikirannya yang tak se”mulia” manusia, Siswi bisa berdamai dengan kehidupannya sekarang. Toh, ranger malah sering memanjakannya. Siswi juga tak harus berpikir soal “Siapa yang akan mengurusnya saat tua nanti.”

Bagaimana dengan mahkluk perempuan lain?


Akhir tahun ini, kalau Tuhan dan semesta mengijinkan, saya akan bertemu Siswi lagi.
Mungkin akan berusaha menatap matanya walau tak bisa terlalu dekat.

A homo sapiens and a Pongo pygmaeus.
But eye to eye. Woman to woman.

Mungkin Siswi bisa menularkan kekuatannya kepada saya karena sebagai sesama perempuan, Siswi dan saya sama-sama pernah keguguran.

Mungkin akan ada sepercik sinar kebijakan di dalam jiwa Siswi yang bisa saya serap dan pelajari.

Untuk kemudian saya bagi untuk perempuan lain di dermaga lain atau lelaki yang mungkin ingin bisa seperti King Tom.

Atau pada diri saya sendiri.


xoxo
Tressabel Hutasoit-  
Homo sapiens-

(Update 2018: King Tom dikabarkan sudah tidak tampak lagi di Camp Leakey. Dugaan para rangers adalah, Tom kalah kelahi hingga lari ke pedalaman hutan liar. Sebagaimana mantan Orangutan  alpha lainnya. Pengganti Tom adalah yang berhasil mengalahkannya, yaitu Carlos. Siswi punya hobi baru: berkelahi dengan Carlos yang sudah membuat cinta sejatinya pergi.)

Apr 18, 2016

Motherhood, Night Live and Love Affair in Tanjung Puting

You've guessed it. My boat safari trip to Tanjung Puting National Park finally happened. 
If you'd like to know how I learned about Motherhood, Night Life, and Love Affair in the National Park, please read my article below:

Hello Bali- Off Shore: Tanjung Puting 

Thank you Hello Bali for publishing this meaningful story! 


Apr 1, 2015

The power is in your palm (II)

It is obvious that this story breaks my heart. But since I know ranting about it will not help, I have signed a very important petition and also been asking my siblings and close friends to do the same.
Sign here if you want your grand children to still be able to see this precious soulful being, please: 


My 7 y.o nephew watched the video of Lena and Strawberry today. And he immediately filtered his snacks in the fridge and tell his Mama about how he does not want to eat anything that's produced/ processed by hurting Orangutans and or its habitat. 

Joseph's first steps: Quitting on Kraft and Lays' chips while mine is breaking up with Smuckers and Colgate. 

Thank you, Joseph. It means a lot to the world. 

PS: If you like, please learn more about palm oil here


Mar 30, 2015

The power is in your palm

I cried like a baby watching this. Footage 00:52 crushed my heart, especially when Strawberry the orangutan signed "People take care of me now..." 
Soon after, I learned more about products that are not using palm oil. Since I cannot join rangers to fight deforestation and animal poachers, reading labels is the very least that I can do.

ps: Have a look on this Palm Oil score card list that I found. And please share with me if you have a better reference... before it's too late. Because the power is #inyourpalm.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...